thumb
  • 21 Jul, 2026 22:29 Malam
  • Berita

Sinergi Kampus Responsif dan Pemberdayaan Desa: UNITABAH Lamongan Gelar Pembekalan KKN-PAR 2026

Berita UNITABAH--Suasana Aula KH. Musthofa Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) Lamongan tampak hidup dan penuh antusiasme pada 20–21 Juli 2026. Ratusan mahasiswa berkumpul mengikuti Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Participatory Action Research (KKN-PAR) 2026, sebuah agenda strategis untuk mematangkan langkah mereka sebagai penggerak perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Akselerasi Desa Mandiri dan Responsif: Optimalisasi Potensi Lokal Berbasis Partisipasi Masyarakat”, agenda tahun ini tidak sekadar menjadi program pengabdian rutin. KKN-PAR 2026 dirancang berkelanjutan dan berintegrasi langsung dengan spirit Kampus Responsif yang gencar digaungkan oleh UNITABAH Lamongan—sebuah komitmen nyata untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif, menyuarakan kesetaraan, serta menjamin ruang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Dalam laporannya, Ketua Panitia KKN-PAR 2026, Suheri Widianto, M.Pd., menekankan bahwa pembekalan ini menjadi kompas utama bagi mahasiswa agar siap mengimplementasikan pendekatan PAR di lapangan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memetakan potensi desa di atas kertas, tetapi juga mengasah kepedulian nurani terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga secara langsung.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNITABAH Lamongan, Wardatul Karomah, M.A., menegaskan pentingnya perubahan peran mahasiswa di lapangan yang harus berpijak pada prinsip kesetaraan. "KKN-PAR bukanlah panggung bagi mahasiswa untuk menggurui masyarakat, melainkan ruang untuk berkolaborasi secara sejajar. Mahasiswa hadir sebagai fasilitator yang memantik kesadaran kolektif warga, merangkul kelompok rentan, serta mengurai potensi lokal agar menjadi kekuatan nyata yang berdampak pada kemandirian desa," ungkap Wardatul Karomah, M.A.


Dukungan senada juga ditegaskan oleh Rektor UNITABAH Lamongan, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed. Beliau menggarisbawahi bahwa KKN-PAR merupakan laboratorium sosial paling otentik di mana teori akademik berpadu langsung dengan realitas masyarakat. Mahasiswa dituntut hadir sebagai mitra sejati yang siap mendengar, memahami, dan membersamai warga dalam merumuskan solusi berbasis kebutuhan lokal.

Spirit Desa Responsif yang diusung dalam KKN-PAR 2026 ini memiliki keterkaitan erat dengan penguatan kelembagaan di internal UNITABAH, khususnya melalui peran Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Nilai-nilai inklusivitas ini menjadi modal krusial mengingat mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat—mulai dari tokoh lokal, pelaku UMKM, hingga perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Dengan demikian, optimalisasi potensi lokal tak lagi hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi desa, tetapi juga pembangunan sosial yang adil dan bermartabat.

Selama dua hari pelaksanaan intensif, para peserta disuguhi berbagai materi transformatif yang membekali mereka dengan teknik dialog partisipatif, pemetaan wilayah, hingga strategi pemberdayaan komunitas. Acara pembukaan kemudian ditutup dengan penuh khidmat melalui doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Moh. Aly Mahmudi, M.HI., mengiringi ikhtiar agar seluruh proses pengabdian berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Melalui KKN-PAR 2026, UNITABAH Lamongan kembali meneguhkan komitmennya: bahwa dari kampus yang peduli, inklusif, dan responsif, akan lahir desa-desa yang mandiri, tangguh, serta berdaya saing tinggi melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


Tags :

Author

Humas IAI TABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners