thumb
  • 03 Agt, 2026 14:05 Siang
  • Berita

Maju Pesat Usai Alih Status Universitas, UNITABAH Lamongan Lepas Mahasiswa KKN Berbasis PAR di 10 Desa hingga Malaysia

— Mengukuhkan langkah barunya usai resmi alih status dari institut menjadi universitas, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan (UNITABAH) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas berbasis nilai pesantren. Terbukti, pada Senin (3/8/2026), UNITABAH resmi melepas 105 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Participatory Action Research (PAR). Tak tanggung-tanggung, selain diterjunkan di 10 desa se-Kecamatan Solokuro, KKN kali ini juga melangkah ke kancah mancanegara lewat program KKN Internasional di Selangor, Malaysia.


Pelepasan mahasiswa berlangsung khidmat dalam apel pagi di halaman kampus UNITABAH. Rektor UNITABAH Lamongan, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed., menyampaikan rasa bangga sekaligus berpesan agar para mahasiswa mampu menjadi cerminan kualitas kampus yang kini telah menyandang status universitas di bawah naungan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (PP TABAH).

"Mahasiswa KKN adalah duta kampus. Di tengah masyarakat, kalian membawa nama UNITABAH dan nilai-nilai pesantren. Tunjukkan kedisiplinan mengharagi waktu, cara berpakaian, hingga unggah-ungguh. Selama KKN tidak perlu membuat terlalu banyak program, cukup satu yang mengena dan benar-benar menjadi solusi kebutuhan masyarakat," tegas Bu Rektor.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan PP TABAH, Drs. H. Fathur Rohman, menekankan pentingnya menjaga akhlaqul karimah sebagai cerminan santri unggul.

"Mahasiswa laki-laki harus tetap berkopyah sebagai identitas santri. Jaga nama baik almamater dan pondok, karena alumni PP TABAH di Solokuro ini sangat banyak. Baik dan buruknya penilaian masyarakat tentu akan kembali ke pondok dan kampus kita," tutur beliau.

Sebelum memimpin doa, Pengasuh PP TABAH, KH. Moh. Sahlul Khuluq, Lc., M.H.I., memberikan motivasi agar mahasiswa menjadikan KKN sebagai sarana dakwah dan wujud Kun Kamila Nas—menjadi pribadi yang sempurna, berharga, serta memberi dampak nyata bagi sekitar, sekaligus mengingatkan mahasiswa putra untuk senantiasa memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah.


Rangkaian acara dilanjutkan dengan serah terima mahasiswa di Pendopo Kecamatan Solokuro. Dalam kesempatan ini, Rektor UNITABAH menegaskan bahwa pendekatan KKN PAR mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

"Mahasiswa kami hadir bukan untuk membawa materi, melainkan ide, gagasan, dan semangat kolaborasi untuk belajar bersama masyarakat. Merakyatlah dan hormati budaya setempat. Kami menitipkan para mahasiswa dan sangat terbuka akan masukan demi evaluasi dan perbaikan ke depan," ujar Rektor.

Kedatangan para mahasiswa universitas baru ini disambut hangat oleh Camat Solokuro, Tri Mukti Agung Wijayanto, S.E. Beliau mendorong mahasiswa untuk aktif beradaptasi serta menyinergikan inovasi kampus dengan potensi daerah.

"Solokuro kaya akan potensi ekonomi, pertanian, hingga tradisi seperti Kampung Budaya Jaran Jenggo dan pendampingan situs sejarah di Tenggulun. Momen Agustusan ini juga menjadi wadah tepat bagi mahasiswa untuk melebur bersama warga. Tetap gunakan atribut almamater UNITABAH dan jaga semangat belajar di dunia nyata," puji Camat Solokuro.

Langkah strategis pelepasan KKN ini menjadi bukti nyata transformasi UNITABAH yang tidak hanya berganti nama menjadi universitas, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat dari skala regional hingga internasional.


Tags :

Author

Humas IAI TABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners