Delapan Dosen IAI TABAH Terjaring sebagai Peserta PKDP PTP UINSA 2026
Berita IAI TABAH--Sidoarjo — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya resmi membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Batch 1 Tahun 2026 yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di Greensa Inn Juanda, Sidoarjo. Program Kementerian Agama Republik Indonesia ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan integritas dosen pemula di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan.
Ketua LPM sekaligus Ketua Pengelola PKDP PTP UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Ali Mustofa, M.Pd., melaporkan bahwa tahun ini kampus kembali dipercaya mengelola 327 peserta dari berbagai PTKI dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen. Peserta tersebar dari UIN Sunan Ampel, UIN Madura, UIN Palangka Raya, hingga Kopertais Wilayah IV dan VIII. Pelaksanaan dibagi dalam dua gelombang, yakni Batch 1 (10–12 Juni) untuk 192 peserta dan Batch 2 (15–17 Juni) untuk 135 peserta.
Membuka acara secara resmi, Wakil Rektor I UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag., menegaskan bahwa dosen pemula merupakan investasi strategis perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya pengembangan kapasitas pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, serta komitmen terhadap nilai-nilai moderasi beragama agar para dosen mampu beradaptasi sebagai pembelajar sepanjang hayat di era global.
Dalam skema nasional Kementerian Agama, gelaran utama diklat yang meliputi penguatan kompetensi pedagogis, metodologi riset, penulisan karya ilmiah, hingga moderasi beragama ini dilaksanakan secara intensif pada 8 s.d. 30 Juni 2026. Pelatihan mengusung pola pembelajaran terstruktur, mulai dari In Service Course (ISC) I selama tiga hari, On the Job Course (OJC) selama enam hari, hingga diakhiri dengan In Service Course (ISC) II selama satu hari.
Ketatnya seleksi PKDP tahun ini juga diiringi dengan prosedur pembatasan sistem yang ketat dari otoritas PTP UIN Sunan Ampel Surabaya. Mengingat integrasi data dilakukan secara otomatis, peserta yang lalai merampungkan pembayaran hingga 2 Juni atau terlambat mengunggah portofolio akademik melewati 3 Juni secara sistematis dicabut hak kepesertaannya dan dianggap mengundurkan diri.
Kabar baik datang dari Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan, yang mana sebanyak delapan dosen pemulanya berhasil lolos dan masuk dalam jajaran peserta PKDP 2026. Kedelapan dosen tersebut adalah Moh. Kusno, M.Pd., Moh. Aqil Musthofa, S.H.I., M.H., Muhammad Nur Hasan, S.Si., M.Sc., Iftitahun Nabilah, S.Kep., M.Si., Shibi Zuharoul Mardliyah, M.Pd., Achmad Ilham Zubairi, S.Sos., M.I.Kom., Moh. Kavin Lidinillah, M.Hum., dan Moh. Shofi Zuhri, M.Pd.
Ketua Panitia PKDP, Ahmad Fauzi, M.Pd., mengapresiasi antusiasme para peserta dari berbagai disiplin ilmu. Ia menegaskan bahwa PKDP bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan proses pembentukan karakter akademik agar para dosen memiliki kesiapan penuh dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi dan mengembangkan karier akademiknya.
Menanggapi kelulusan para utusannya, Bagian Kepegawaian bersama LPM IAI TABAH Lamongan berkomitmen penuh mengawal perjalanan akademik kedelapan dosen tersebut selama pelatihan. Pengawalan intensif ini diharapkan dapat mengantar mereka meraih sertifikat kelulusan demi kelancaran karier akademik serta akselerasi Sertifikasi Dosen (Serdos) di masa mendatang.
Zahra and 7309 orang menyukai Postingan ini.