Asah Skill Profesional, Mahasiswa KPI IAI TABAH Praktik di Industri Media dan Kreatif dari Kompas TV hingga Justrip Lamongan
Berita IAI TABAH – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) resmi memulai langkah di dunia profesional melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Para mahasiswa ini tersebar di tiga instansi media dan industri kreatif ternama, yakni Kompas TV Surabaya, TV9 Surabaya, dan Justrip Lamongan.
Pelaksanaan PKL diawali di Kompas TV Surabaya pada 26 Maret 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Ilham. Mahasiswa yang bertugas di biro media nasional tersebut adalah Muhammad Kamaluddin, Achmad Rozi Erick Irwansyah, dan Shofia Elviana. Sementara itu, pada 30 Maret 2026, gelombang kedua PKL berlanjut di TV9 Surabaya yang diikuti oleh Hilya Fathimah Faza Firdausi, Maslahatun Nisa’, dan Hanifah Rihadhotul Aisyah dengan bimbingan Bapak Suroso. Di saat yang bersamaan, tim Justrip Lamongan yang terdiri dari Thoyyib Syafi’ul Munir, Indro Wibowo Leksono, Jamhharil lil Hikam, Rafi Ramadhani, dan Siti Salsa Nur Halizah juga memulai aktivitas mereka di bawah arahan Bapak Ilham.

Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara teori di bangku perkuliahan dengan realitas industri. Di Kompas TV dan TV9, para mahasiswa terlibat langsung dalam alur produksi program televisi, mulai dari riset naskah (pra-produksi), pengambilan gambar di studio (produksi), hingga proses editing (pascaproduksi). Mereka juga mendapatkan kesempatan langka untuk mengoperasikan peralatan di ruang kontrol (master control room).
Berbeda dengan nuansa penyiaran televisi, mahasiswa di Justrip Lamongan lebih fokus pada akselerasi media kreatif dan digital. Di sana, mereka mengasah kemampuan dalam memproduksi konten visual yang estetik serta strategi pengelolaan media sosial untuk audiens milenial dan Gen Z.
Ketua Program Studi KPI IAI TABAH, Ibu Intihaul Khiyaroh, menegaskan bahwa PKL bukan sekadar formalitas akademik, melainkan kawah candradimuka bagi mentalitas mahasiswa. "Kami ingin membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang relevan. Selain kompetensi teknis seperti mengoperasikan kamera atau menulis skrip, mereka juga ditempa untuk memiliki etika kerja, kerja sama tim, dan kedisiplinan tinggi di bawah tekanan deadline industri," ujarnya.

Kehadiran mahasiswa IAI TABAH disambut baik oleh pihak instansi. Para praktisi di lapangan memberikan ruang eksplorasi yang luas bagi mahasiswa untuk mencoba berbagai peran, mulai dari asisten produser hingga pengelola konten kreatif. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas mahasiswa KPI IAI TABAH mampu bersaing dan cepat beradaptasi dengan ritme kerja perusahaan media besar.
Melalui program yang intensif ini, IAI TABAH berharap para mahasiswa tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga jejaring profesional yang luas. Pengalaman ini diharapkan menjadi modal kuat bagi mereka untuk menjadi komunikator Islam yang moderat, kreatif, dan siap memberikan kontribusi nyata di kancah nasional maupun internasional setelah lulus nanti.
Markus and 3555 orang menyukai Postingan ini.