Seminar Nasional Kolaborasi PIAUD IAI TABAH dan Universitas Al-Qolam Bahas Parenting Era Digital dan Strategi Menjadi Konten Kreator Edukatif
Berita IAI TABAH--Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAI TABAH Lamongan berkolaborasi dengan Program Studi PIAUD Universitas Al-Qolam Malang sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Parenting Era Digital dan Strategi Menjadi Konten Kreator Edukatif” pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 12.30 s.d. 15.30 WIB melalui Zoom Meeting.
Kegiatan seminar nasional ini diikuti oleh sekitar 110 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, guru PAUD, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum dari berbagai daerah. Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan interaktif. Para peserta aktif mengikuti pemaparan materi, sesi tanya jawab, hingga diskusi mengenai tantangan pendidikan anak di era digital saat ini.
Seminar nasional ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi akademik antar perguruan tinggi dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi mahasiswa serta masyarakat, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana penggunaan gadget, media sosial, dan berbagai platform digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak maupun orang tua.

Materi pertama mengenai parenting di era digital disampaikan oleh Akhmad Syah Roni Amanullah selaku Kaprodi PIAUD IAI TABAH Lamongan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat dalam dunia pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan besar bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Beliau menekankan pentingnya pola asuh yang adaptif, komunikatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai moral serta keislaman. Orang tua tidak hanya dituntut mampu mengawasi penggunaan gadget pada anak, tetapi juga perlu menjadi teladan dalam penggunaan media digital secara bijak. Selain itu, beliau juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana edukasi yang positif bagi anak usia dini.
“Di era digital ini, anak-anak sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, orang tua dan pendidik harus hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendamping dan pengarah agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan edukatif,” ungkapnya dalam sesi seminar.
Sementara itu, materi kedua mengenai strategi menjadi konten kreator edukatif disampaikan oleh Afifatu Rohmawati dari PIAUD Universitas Al-Qolam Malang. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa media sosial saat ini memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat, termasuk anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak konten positif dan edukatif yang mampu memberikan manfaat bagi publik.

Beliau juga membagikan berbagai strategi dalam membuat konten edukasi yang menarik, mulai dari menentukan ide konten, memahami target audiens, teknik penyampaian pesan yang sederhana, hingga penggunaan media visual yang kreatif agar konten lebih mudah dipahami dan diminati masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa dan calon pendidik perlu memiliki kemampuan literasi digital sekaligus kreativitas dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi. Dengan demikian, media digital tidak hanya menjadi tempat hiburan semata, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar dan penyebaran nilai-nilai positif.
Kegiatan seminar nasional ini mendapat respons yang sangat baik dari para peserta. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pola pengasuhan anak di era digital serta peluang menjadi konten kreator edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Suasana seminar yang komunikatif dan penuh diskusi menjadikan kegiatan berlangsung lebih hidup dan inspiratif.
Melalui seminar nasional ini, Program Studi PIAUD IAI TABAH Lamongan dan Program Studi PIAUD Universitas Al-Qolam Malang berharap dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi pendidik yang kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Melisa and 7047 orang menyukai Postingan ini.