thumb
  • 24 Jan, 2026 11:41 Siang
  • Berita

Kuliah Perdana IAI TABAH Lamongan Menyambut Semester Genap 2026, Hadirkan Narasumber Lokal dan Internasional

Berita IAI TABAH – Institut Agama Islam (IAI) Tarbiyatut Thalabah (TABAH) Lamongan menyelenggarakan Kuliah Perdana Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027 pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan dua narasumber berkompeten, dipandu oleh moderator H. Ach. Ilham Zubairi, M.Kom. (Dosen Tetap IAI TABAH Lamongan).

Narasumber pertama adalah Moh. Mauluddin, M.Ag. (Dosen IAT IAI TABAH Lamongan sekaligus Awardee PKUMI-LPDP yang sedang menjalani shortcourse di UCR Amerika Serikat). Adapun narasumber kedua adalah Dr. Ahmad Sulton, M.Pd.I. (Alumni IAI TABAH yang kini menjabat sebagai Kaprodi PAI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo).

Kuliah perdana ini diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika IAI Tarbiyatut Thalabah dengan antusiasme tinggi. Kegiatan ini menjadi wujud penguatan sinergi akademik antarperguruan tinggi dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berintegritas, berdaya saing, dan berkarakter moderat.

Menanamkan Global Mindset dan Budaya Internasional

Gus Mauluddin, sapaan akrab narasumber pertama, memaparkan materi bertajuk "Global Mindset, Budaya Akademik Internasional, dan Kompetensi Mahasiswa Abad 21". Menurutnya, mahasiswa yang memiliki pola pikir global adalah mereka yang memiliki budaya belajar luar biasa, minat baca tinggi, rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan, serta kedisiplinan.

"Budaya akademik di luar negeri yang saya alami di sini sangat mendukung; tata ruang perpustakaannya teratur dan petugas perpustakaan dengan sukarela membantu mencarikan buku yang belum tersedia. Mahasiswa harus siap secara mental, intelektual, dan spiritual. Ketiganya harus benar-benar dijaga agar berimbang menuju masa depan yang lebih baik," paparnya.

Di samping itu, mahasiswa doktoral PTIQ Jakarta ini juga memberikan motivasi agar mahasiswa tidak merasa rendah diri meski berkuliah di kampus swasta. "Bermimpilah setinggi dan sejauh mungkin. Banyak beasiswa studi lanjut yang bisa dicoba. Untuk strategi mendapatkan beasiswa LPDP, mahasiswa bisa belajar dari para senior maupun dosen-dosen IAI TABAH yang saat ini sedang menempuh studi dengan pendanaan LPDP," tambahnya.


Integritas Moral dan Tanggung Jawab Sosial

Selanjutnya, Dr. Ahmad Sulton menyampaikan materi bertema “Nilai Etika, Moderasi, dan Tanggung Jawab Sosial Mahasiswa di Masyarakat Multikultural”. Materi ini menjadi refleksi awal perkuliahan sekaligus penguatan karakter mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik dan sosial di era global.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki integritas moral, kepekaan etis, sikap moderat, serta tanggung jawab sosial sebagai insan intelektual muslim. Menurutnya, keunggulan akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

Dr. Ahmad Sulton juga menekankan pentingnya etika dalam kehidupan akademik yang tercermin dalam kejujuran, sikap saling menghormati, serta kemampuan berdialog secara santun di tengah perbedaan. "Tanpa etika, ilmu pengetahuan berpotensi kehilangan orientasi dan menimbulkan persoalan sosial," tegasnya.

Selain itu, ia menggarisbawahi urgensi moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Moderasi dimaknai sebagai sikap adil, seimbang, terbuka, dan menghargai keberagaman tanpa meninggalkan jati diri keislaman. Sikap ini dinilai penting untuk membangun harmoni sosial serta mencegah munculnya ekstremisme.

Sebagai penutup, ia menyoroti tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai agen perubahan. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat luas serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Menjadi mahasiswa bukan sekadar persaingan prestasi, melainkan proses bertumbuh untuk berdiri kokoh di tengah masyarakat multikultural.


Tags :

Author

Humas IAI TABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners