FTIK IAI Tarbiyatut Tholabah Resmi Jalin Kemitraan Strategis dengan Delapan Lembaga Pendidikan Unggulan di Lamongan
Berita IAI TABAH–Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan jejaring kolaborasi. Pada Selasa, 13 Januari 2026, FTIK IAI TABAH secara resmi melaksanakan prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah lembaga pendidikan ternama di wilayah Lamongan kota. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperluas jangkauan kontribusi akademis di tingkat daerah.
Agenda penandatanganan kerja sama ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan program studi di lingkungan FTIK. Tercatat empat Ketua Program Studi (Kaprodi) hadir untuk meresmikan kemitraan ini, yaitu Muhammad Nashihin, M.Pd (Kaprodi PAI), Mazrikhatul Miah, M.Pd.Si (Kaprodi PGMI), Muhammad Syah Roni Amanullah, M.Pd (Kaprodi PIAUD), serta Dini Amalia, S.S, MA (Kaprodi TBI). Kehadiran para pimpinan prodi ini menegaskan bahwa sinergi yang dibangun mencakup berbagai disiplin ilmu keguruan, mulai dari pendidikan agama, pendidikan dasar, hingga pendidikan anak usia dini dan bahasa Inggris.

Adapun lembaga pendidikan yang resmi menjadi mitra strategis FTIK IAI TABAH kali ini meliputi berbagai tingkatan, mulai dari jenjang anak usia dini hingga menengah atas. Lembaga-lembaga tersebut adalah MAN 1 Lamongan, SMPN 1 Lamongan, SMPN 2 Lamongan, MIUS, MI Murni, MI Banat Banen, PAUD Al-Falah, dan PAUD Bintang Sembilan Lamongan. Pemilihan mitra yang variatif ini bertujuan agar mahasiswa dari setiap program studi memiliki laboratorium praktik yang relevan dengan konsentrasi keilmuan mereka masing-masing.
Dekan FTIK IAI Tarbiyatut Tholabah, Nur Hakim, M.Ag., dalam sambutannya menekankan betapa krusialnya kerja sama formal semacam ini bagi institusi pendidikan tinggi. Beliau menuturkan bahwa MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan landasan penting untuk memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Secara khusus, kerja sama ini dipersiapkan untuk menyukseskan Program Asistensi Mengajar (PAM) mahasiswa yang dijadwalkan akan terlaksana sepanjang tahun 2026.
Lebih lanjut, Nur Hakim menjelaskan bahwa kolaborasi ini juga membuka ruang luas bagi peningkatan kompetensi para tenaga pendidik di sekolah mitra serta pengembangan kurikulum yang adaptif. Melalui sinergi yang produktif antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan mitra, diharapkan muncul inovasi-inovasi pembelajaran baru yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menguntungkan pihak kampus, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kualitas layanan pendidikan di sekolah-sekolah terkait.

Sebagai penutup, dekan berharap agar implementasi dari nota kesepahaman ini dapat melahirkan lulusan FTIK IAI TABAH yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Dengan terjun langsung ke lembaga-lembaga mitra, mahasiswa diharapkan mampu menyerap pengalaman praktis yang matang, sehingga saat lulus nanti, mereka tidak hanya memiliki penguasaan teori yang kuat, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan profesionalisme yang tinggi sebagai calon pendidik masa depan.
Lara and 6993 orang menyukai Postingan ini.