thumb
  • 03 Des, 2025 10:54 Pagi
  • Berita

FORID FTIK IAI TABAH Bahas Pola Asuh Dual-Earner Family: Pengasuhan Tanpa Drama Meski Sama-Sama Bekerja

Berita IAI TABAH--Lamongan—Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAI TABAH Lamongan sukses menyelenggarakan Forum Ilmiah Dosen (FORID) tahun 2025 pada Rabu (03/12/2025) di Aula KH. Musthofa. Mengangkat tema krusial “Pengasuhan Efektif Dual-Earner Family terhadap Perkembangan Anak Usia Dini di Era Modern”, kegiatan ini menyajikan wawasan segar tentang bagaimana keluarga dengan kedua orang tua bekerja dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Acara yang dihadiri oleh seluruh dosen FTIK ini dipandu oleh Ahmad Syahroni Amanullah, S.Sos., M.Pd. (Kaprodi PIAUD) selaku moderator, dengan menghadirkan narasumber utama Imro’atus Syafiqoh, M.Pd. (Dosen tetap Prodi PIAUD).

Dalam pemaparan materi, narasumber menekankan empat poin utama terkait pengasuhan pada keluarga dual-earner di era modern. Pertama, kedekatan emosional anak dengan ayah memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri anak, sehingga mereka mampu menghadapi berbagai situasi dengan lebih tenang dan mandiri. Kedua, pengasuhan modern tidak lagi diukur dari seberapa banyak waktu yang dimiliki orang tua, tetapi bagaimana orang tua dapat hadir secara utuh dan berkualitas dalam waktu yang tersedia, terutama bagi keluarga di mana kedua orang tua bekerja. Ketiga, manajemen emosi menjadi aspek krusial, karena emosi yang tidak terkelola dengan baik dapat terbawa hingga ke rumah dan menjadikan anak sebagai sasaran ledakan emosi orang tua. Keempat, narasumber menegaskan pentingnya pembagian beban dan tanggung jawab yang seimbang antara ayah dan ibu agar pola pengasuhan berjalan harmonis dan tidak timpang.


Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan beberapa tanggapan dari peserta. Salah satu dosen mempertanyakan keluarga seperti apa yang paling tepat menerapkan teori dual-earner family, mengingat praktiknya tidak selalu sesuai dengan kondisi setiap keluarga. Peserta lain menyampaikan penegasan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, terutama pesan agar ayah tidak membentak anak, karena hal tersebut dapat meruntuhkan keberanian dan kestabilan emosi anak secara mendalam.

Menanggapi hasil forum ilmiah ini, Nur Hakim, M.Ag., Dekan FTIK IAI TABAH Lamongan, menyampaikan apresiasi dan harapannya. Beliau memandang tema ini sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini. "Kami berharap, hasil dari FORID FTIK 2025 ini tidak hanya memperkaya perspektif akademik para dosen di lingkungan kampus, tetapi yang lebih penting, dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan anak usia dini di masyarakat," ujar Nur Hakim, M.Ag.

Kegiatan FORID FTIK 2025 ini berjalan lancar dan memberikan wawasan baru bagi para dosen mengenai pola pengasuhan di era modern, khususnya dalam konteks keluarga dengan kedua orang tua bekerja. Acara ditutup dengan harapan bahwa hasil diskusi dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus memberi kontribusi bagi pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan anak usia dini di lingkungan kampus maupun masyarakat.


Tags :

Author

Humas IAI TABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners