Selain dengan lembaga keuangan syariah, Program Studi Ekonomi Syariah IAI TABAH Kranji Paciran Lamongan juga menjalin kerja sama dengan dunia usaha yang sedang bersinar, yaitu Lamongan Mart. Sebuah Market Place besutan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan dan Rumah Kreatif BUMN sebagai salah satu ‘pilot project’ unggulan di Jawa Timur.

“Ini rintisan sebagai laboratorium UKM. Kami menginventarisasi produk-produk usaha kecil dan menengah milik masyarakat Lamongan untuk dijual melalui Lamongan Mart. Tempat ini didesain sebagai titik berkumpulnya produk masyarakat Lamongan agar lebih mudah terdistribusi kembali ke kosumen,” jelas Nung Nurhayati dalam pertemuan dengan perwakilan Prodi ES IAI TABAH, Selasa (24/07/2018).

Lamongan Mart tidak saja mempertemukan ‘seller’ dan ‘buyer’ tetapi juga mendorong pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk sehingga berdampak pada peningkatan kuantitas produknya. Mahasiswa juga dapat belajar secara langsung dalam ‘direct selling’ dan praktik pembukuan keuangan dengan aplikasi terkini untuk mendapatkan pengalaman awal berwira usaha.

Lamongan Mart yang didukung Rumah Kreatif BUMN (RKB) saat ini sedang berkembang dengan baik. Ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat bersama RKB dan unit lainnya yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, pada semester pertama 2018 ini Kementrian BUMN sudah mendirikan lebih 100 unit Rumah Kreatif dari rencana di 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk membantu UKM, termasuk Lamongan Mart yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan Prodi ES IAI TABAH. Selain itu, melalui progam-program rintisan dan unggulannya, mahasiswa sebagai pelaku atau calon pelaku usaha dapat dibimbing dan didampingi untuk menjawab tantangan pengembangan usaha di era digital. (das)