Rabu (25/04/2018), lima penari cantik muncul dari samping panggung. Mengenakan busana hitam dengan variasi kain pingggang warna kuning menyala, dengan motif keemasan yang menjuntai. Di atas kepala berhias mahkota indah warna kuning keemasan pula dengan kening kepala penari dihiasi pernak-pernik indah.

Penampilan itu merupakan rangkaian Pentas Studi PGMI IAI TABAH dengan tema “Harmoni Nusantara”, sebanyak 4 kelompok tari dari mahasiswa semester IV dan VI PGMI IAI TABAH yang menyuguhkan tari kreasi Nusantara yang mempesona. Ditambahi lagi oleh penampilan penari tamu oleh mbak Shibi, alumni PGMI IAI TABAH.

Bapak Purwo Suleksono, S.Sn. selaku dosen mata kuliah seni tari PGMI IAI TABAH, menjelaskan, pagelaran pentas studi seni tari ini merupakan produk mata kuliah Pendidikan Seni Tari yang bagian pembelajaran seni budaya dari kurikulum PGMI. Mahasiswa diberi keluasaan dalam memilih bidang seni yang diminati, yaitu seni rupa, seni tari atau seni musik. Dengan tujuannya, membekali mahasiswa agar terampil di bidang seni dan membuat media pembelajaran serta sebagai salah satu wujud dukungan nyata dalam melestarikan kebudayan dan seni daerah.

Tak pelak, dukungan terhadap Pagelaran pentas studi seni tari mengalir dari para pimpinan, dan mahasiswa lainnya dari pelbagai prodi yang ikut serta menyaksikan pentas tersebut. Dengan adanya pementasan ini, sebagai awal bekal dari  pembelajaran bagi mahasiswa PGMI dalam melatih mental dan berekspresi yang positif, yang kemudian diteruskan kepada anak didiknya nanti, tegas oleh Bapak Nur Hakim, M.Ag. selaku Kaprodi PGMI IAI TABAH. (shc)