Selasa (24/04/2018) Mahasiswa Fakultas Dakwah IAI TABAH Kranji Paciran Lamongan melakukan kunjungan sekaligus praktek lapangan di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan yang merupakan desa yang menjadi sentra industri kerajinan anyaman bambu di Kabupaten Lamongan, sebagian besar mata pencaharian warga setempat adalah sebagai pengrajin anyaman bambu, contohnya adalah anyaman bambu untuk caping (topi untuk petani) dan kipas, untuk kipas sendiri desa ini menjadi produsen kipas terbesar di Kabupaten Lamongan, produk kipas ini diturunkan nenek moyang mereka sejak tahun 1958 sampai sekarang, Ketrampilan para perajin di desa Sukolilo kiranya perlu diwadahi dan dikembangkan lebih lanjut agar produk yang dibuat lebih beragam dan dapat meningkatkan harga jualnya sehingga menjadi produk baru yang teruji dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Kerajinan anyaman bambu di Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan sangatlah perlu dikembangkan, selain produk anyamannya yang perlu variasi juga dari semangat generasi penerusnya. Dikarenakan dari pengamatan dan wawancara dari pengrajin menagatakan generasi muda di Desa ini mulai “enggan” untuk menganyam lagi dikarenakan faktor gengsi, beranggapan bahwa usaha membuat anyaman bambu masih kurang menjanjikan. Prihal produk yang dihasilkan sebagian pengrajin tersebut tidak mesti berproduksi dikarenakan masih minimnya bahan baku dan tidak adanya paguyuban pengrajin sehingga mengakibatkan proses pemasaran menjadi tidak menentu.

Kegiatan kunjungan ini merupakan terobosan prodi KPI dan PMI Fakultas Dakwah IAI TABAH dalam menerapkan sistem pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif dengan sering melakukan kegiatan praktek di luar lingkungan kampus. Sehingga mahasiswa dapat mudah memahami materi yang disampaikan oleh dosen, serta mendapatkan pengalaman yang tidak dapat ditemui dikampus lain dan dapat mengetahui permasalahan-permasalahan dimasyarakat kita secara benar dan nyata. Kegiatan ini terinspirasi bahwasannya sharing ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa semestinya dilakukan dengan kegiatan praktek sebagai penunjang dari teori yang disampaikan di kelas. Karena dengan melakukan kegiatan praktek mahasiswa akan lebih mudah mengingat suatu materi dibandingkan dengan menghafal suatu materi itu sendiri. (shc)