Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pertemuan Kaprodi PGMI se-Wilayah Jawa Timur dan Seminar Internasional dengan tema; “International Conference On Islamic Elementary School Studies, Teaching Character In Globalization Era”. Dalam hal ini Prodi PGMI IAI TABAH ambil bagian yang merupakan komitmen IAI TABAH dalam berpartisipasi dan berdaya saing, sehingga proses kegiatan dan menambah jaringan kegiatan dirasa sangatlah perlu terkait pembelajaran PGMI sendiri yang mengupas penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)  dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita, terlebih lagi anak didik yang di arahkan langsung adalah siswa/siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang merupakan garda terdepan dan awal proses pembentukan karakter. Pada seminar ini sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Abdul Ghani Kanesan Abdullah (Universiti Sains Malaysia) dan Prof. Akh. Muzakki, M.Ag.,Grand.Dip.SEA, M.Phil, Ph.D (Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur Indonesia). “Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter. Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Bagan di bawah ini merupakan bagan keterkaitan ketiga kerangka pikir ini”, Tegas Prof. Muzakki. (SHC)