Lamongan, Iaitabah red – Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan kembali menegaskan keberadaannya sebagai perguruan tinggi Islam berbasis pesantren yang memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.  Dikemas dalam kegiatan silaturahmi alim ulama dan tokoh kebangsaan, (ahad, 17 Nop. 2020) bertempat di halaman kampus, acara ini dihadiri 200 peserta yang berasal  dari stakeholder pesantren, mulai pengasuh pesantren, tokoh agama, pendidik, organisasi kemasyarakatan dan tokoh kepemudaan.

Dalam kegiatan ini, Dr Alimul Muniroh, Rektor IAI Tabah memberikan penjelasan akan keberadaan IAI Tarbiyatut Tholabah sebagai kampus berbasis pesantren yang memiliki concern kuat dalam menjadikan pendidikan tinggi yang memiliki nilai-nilai luhur santri dalam rangka mewujudkan kampus yang unggul dan bergengsi. Lebih lanjut, dia menjelaskan akan lokasi strategis dan prospek perguruan tinggi yang terintegrasi dengan pesantren tertua di Lamongan Utara ini bisa menjadi barometer pendidikan tinggi Islam. “ pesantren tahfidz akan segera dibangun dikampus ini “, kata Alimul bersemangat. Dia menambahkan bahwa sumber daya kampus yang ada menjadi modal penting dalam mewujudkan visi menjadikan kampus berstandar internasional pada tahun 2027. Di akhir sambutannya, perempuan alumnus S3 UM yang  juga menyelesaikan pendidikan S2 di Malaysia itu kembali menegaskan komitmen kampusnya dalam merawat NKRI dan kebinekaan di Indonesia.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Dr. KH. Jazilul Fawaid, wakil ketua MPR RI sekaligus sebagai pembicara. Kehadiran wakil rakyat yang juga santri ini menjadi magnet tersendiri bagi peserta yang hadir. Antusias peserta silaturahim memunculkan dialog interaktif terkait isu kebangsaan, pendidikan, dan pilkada. Gus Jazil ( panggilan akrab wakil rakyat dapil Gresik-lamongan ) menjelaskan, bagaimana pesantren memberikan sumbangan sangat besar bagi bangsa Indonesia. “ Pesantren memiliki tanggung jawab menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan “ kata Jazil. Lebih lanjut dia sangat mengapresiasi keberadaan kampus IAI Tabah ( IAI Tarbiyatut Tholabah, red )  yang turut memberikan sumbangan yang besar bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat pesisir.

KH. Fathur Rohman sebagai ketua Yayasan PP Tarbiyatut Tholabah yang turut hadir dalam acara ini dalam sambutannya juga memberikan pesan untuk bagaimana saling menjaga ukhuwah di masyarakat. Dia juga menitipkan pesan agar kampus ini bisa menelurkan ilmuwan sekaligus ulama. Turut hadir sebagai pembicara ketiga, Dr. KH. Supandi memberikan pemaparan akan peran perguruan tinggi khususnya dalam menjaga Indonesia dari perpecahan. “

Kyai sekaligus tokoh pendidikan yang menjabat sebagai ketua tanfidziyah PCNU kabupaten Lamongan itu juga menyampaikan pentingnya ulama dan tokoh masyarakat dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga pilar sebuah bangsa. Lebih lanjut, dia senantiasa mendoakan agar IAI Tabah yang terintegrasi dengan pesantren mampu menjadi kampus rujukan bagi perguruan tinggi Islam swasta di pantura Jawa. (Mujib)