Proposal penelitian yang diajukan salah seorang dosen Institute Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan lolos dalam seleksi nasional Penelitian Kompetitif berbasis Standar Biaya Keluaran Umum (SBKU Kemenkue RI). Program pada tahun anggaran 2020 ini dilaksanakan Pusat Penelitian I ( Bimas Agama dan Layanan Keagamaan) Balitbang dan Diklat Kemenag RI dan dibuka untuk umum.

“Ini merupakan penelitian kompetitif paling kompetitif yang pernah diadakan Puslit di lingkungan Balitbang dan Diklat Kemenag. Tiga tahun lalu, Puslit III bidang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi memulai program seperti ini. Diumumkan selama sebulan, terdapat sekitar 470-an pendaftar. Dua tahun lalu Puslit II (Pendidikan dan Keagamaan) mengadakan program serupa dan diikuti sekitar 1000-an pendaftar. Tahun ini, Puslit I mengumumkan program dalam dua pekan dan ternyata mendapat sambutan 2.370-an pengaju,”jelas Ketua Program Penelitian Kompetitif berbasis SBKU Prof. (R) Dr. Koeswinarno, M.Hum.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada acara penandatangan kesepakatan atau MoU dimulainya program penelitian yang digelar di Yogyakarta, Kamis (5/03/2020).

“Kami ucapkan selamat kepada saudara-saudara yang pada hari ini hadir dalam MoU, anda telah melewati kompetisi ketat. Para reviewer klenger mempelajari 2.300 lebih proposal penelitian yang masuk. Semuanya bagus, tetapi ketentuan hanya memungkinkan 23 kandidat saja. Kami menelaah tanpa melihat CV para pengirimnya, lalu tim memutuskan 23 proposal yang lolos seleksi,”jelas professor riset yang pernah menjabat sebagai kepala Balai Litbang Agama di Semarang Jawa Tengah ini.

Akibat dari banyaknya pendaftar, rencana semula hasil seleksi proposal diumumkan pada 3 Januari 2020, terpaksa mundur menjadi 7 Pebruari 2020 atau sebulan lebih. Dijelaskan lebih lanjut, dari 23 proposal yang lolos seleksi tersebut berasal dari provinsi seluruh Indonesia. Untuk efesiensi, MoU dibagi menjadi dua, yaitu bagian barat dilaksanakan di Jakarta, sedangkan untuk daerah timur di Yogyakarta.

Para pengaju proposal penetilian ini adalah dari kampus, lembaga/ balai penelitian dan organisasi kemasyarakatan. Proposal yang lolos antara lain dari UIN Raden Fattah Palembang, UIN Syahid Jakarta, UIN Sukijo Yogyakarta, UIN Alaudin Makasar, Universitas Mataram, UIN Ternate, Fakultas Psikologi UGM, Fakultas Psikologi Universitas Nasional, Sekolah Tinggi Teologi Kristen Sumba, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Komunitas Gusdurian dan lain-lain. Di antara tersebut terdapat IAI Tabah Kranji Paciran Lamongan.

“Alhamdulillah masuk dalam seleksi. Sekurang-kurangnya nama kampus tercinta kembali bertengger dalam program penelitian bertaraf nasional bersama kampus dan lembaga lain. Saat pengumuman, tentu dua ribu lebih yang sudah melihat nama IAI Tabah. Selebihnya program ini sangat baik untuk menguatkan tradisi ilmiah. Meneliti secara kuantitatif ke lapangan, mencari, mengolah dan menganalisis data akan menambah ilmu. Penelitian kuantitatif yang kami ajukan untuk mendukung program pemerintah, yaitu mengukur hipotesa yang sudah lama diasumsi public dengan cara pembuktian secara ilmiah,”jelas Sifwatir Rif’ah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Prodi Ekonomi Syariah IAI Tabah.

Tentang apa sih penelitiannya sampai menarik perhatian reviewer? ‘Ya, tentu selain tema penelitian yang diajukan menarik, juga harus dinilai penting untuk kemaslahatan. Selain itu dapat menjelaskan motode penelitiannya secara jelas. Untuk temanya, nanti kami sampaikan lagi saat mulai ke lapangan saja,..hhh ”tambah Sifa yang menulis tesis tentang sukuk dana haji di bank penerima setoran haji (BPS) tersebut. (Sifwatir R)