Kajian rutinan  yang diselenggarakan oleh mahasiswa (IAT Ilmu Alquran Dan Tafsir)  pada hari rabu (27/11/19), dengan mengangkat tema “Pertautan Radikalisme Dan Moderasi Islam Di Indonesia Dalam Prespektif  Tafsir Dan Pemikiran Islam” yang di narasumberi oleh Dr. Sutikno, M.Fil.I dan Khoirul Fatih, M.Ag, disambut dengan penuh antusias oleh mahasiswa IAI TABAH dari berbagai fakultas kurang lebih ada 30an mahasiswa yang hadir. Program studi IAT mengangkat tema tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa radikalisme dan moderasi islam perlu dikaji agar tidak hanya menjadi masalah social saja, namun bisa memunculkan manfaat keilmuan (ujar ketua panitia).

Dalam kajian ini juga menghadirkan Rektor IAI TABAH (Dr. Imam Azhar), beliau sangat mendukung kajian tersebut yang dalam sambutanya mengatakan  “Kajian yang seperti ini diharapkan bisa aktif terus, kalau bisa bukan hanya dari fakultas Ushulludhin saja tapi dari fakultas-fakultas yang lain”. Tidak hanya dari rektor IAI TABAH ketua program studi ilmu Alquran dan tafsir (Moh. Nasrul Amin, M.Pd.I) juga sangat mendukung dalam adanya suatu kajian rutinan yang diadakan oleh mahasiswa.

Khoirul Fatih, M.Ag  menjelaskan bahwa moderasi agama dan moderasi islam itu berbeda, beliau juga mengambil pendapatnya Max Muller bahwa tidak ada definisi agama yang tepat karna agama sendiri bersifat deskriptif. Beliau juga mengatakan bahwa Radikalisme muncul dari persoalan teologis seperti halnya dalam bidang politik yang menggunakan simbol-simbol agama untuk kepentingan pribadi. Dr. Sutikno, M.Fil.I juga membahas tentang radikalisme, fundamentalisme, ekstrimisme dan islamisme. Ketika berbicara tentang Fundamentalisme bahwa faham tersebut tidak selamanya memunculkan terorisme, karna terosisme ditempatkan  sebagai tindakan kriminalisasi dan tidak bisa dikorelasikan kepada fundamentalisme dan radikalisme (na).