Salah satu agenda Mahasiswa PAI IAI TABAH yang bersifat religi. Ziarah masyayikh (17/11/2019) yang dilakukan setiap satu bulan sekali, bertepatan pada minggu ke dua. Kegiatan ini dijadikan salah satu Proker HIMAPRODI PAI yang diangkut pada devisi KPM (Kerjasama dan Peduli Masyarakat) dengan melibatkan seluruh mahasiswa PAI dan tidak menutup kemungkinan mahasiswa lain diperbolehkan bergabung. “karena pada zaman yang semakin lupa atau melupakan dengan tradisi,  maka dengan adanya kegiatan ini yang ditetapkan menjadi Proker HIMAPRODI PAI mengharap akan bisa terus tertanam dalam hati untuk melestarikan tradisi,  selain itu juga sebagai sarana kita untuk lebih dekat dengan sang kuasa“.  Ungkap Buhim PAI.

Kegiatan ini sebenarnya menepis dari sebagian anggapan-anggapan teman-teman kita “mendoakan tidak harus di makbaroh,  toh bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja“.  Namun dengan penuh keyakinan dan usaha untuk memberi penjelasan kepada mahasiswa yang lain agar tetap pada kesepakatan awal, ziarah masyayikh. sehingga sedikit banyak dari mereka yang menentang akhirnya ikut serta dalam kegiatan ini. Tentu hal tersebut akan menjadi sebuah tantangan tersendiri buat pengurus HIMAPRODI PAI, karena selain itu banyak juga mahasiswa yang masih kupu-kupu (kuliah pulang) tanpa peduli dengan kegiatan yang dapat membantu untuk mendukung kemajuan individu dalam masyarakat nantinya. Sangat disayangkan ketika ziarah nantinya hanya akan berhenti sampai pada kepengurusan periode ini, untuk itu besar harapan kepada seluruh mahasiswa PAI, khususnya pengurus HIMAPRODI PAI agar tetap semangat dalam meneruskan dan melestarikan tradisi ini. Big Dreams, Big Hope, Big Active, Big Action. (kp)