KKN adalah suatu kegiatan perkuliahan dan kerja lapangan yang merupakan pengintegrasian dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa secara pragmatis, berdimensi luas melalui pendekatan interdisipliner, komprehensif, dan lintas sektoral.

Pembukaan KKN PAR 2019 IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan disambut hangat oleh pihak kecamatan Brondong Lamongan, tamu undangan yang terdiri dari kepala dusun dan kepala desa lokasi KKN menyambut peserta KKN IAI Tarbiyatut Tholabah dengan baik. Serah terimah mahasiswa KKN kepada pihak kecamatan dilakukan oleh Rektor IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan Dr. Imam Azhar, M. Pd yang akan berlangsung tanggal 1 sampai 30 Agustus 2019.

Dr. Imam Azhar, M.Pd menyampaikan bahwa KKN tahun ini merupakan momentum penting karena berbarengan dengan kelahiran IAI Tarbiyatut Tholabah sebagai perguruan tinggi bulan Agustus tahun 1995. Dengan demikian, mahasiswa KKN tidak hanya membawa bekal ilmu pengetahuan yang nantinya diaplikasikan dalam mengabdi di masyarakat, namun juga mahasiswa KKN membawa nama almamater agar momentum kelahiran perguruan tinggi menjadi lebih bermakna dan berkesan di hati masyarakat.

Moh. Khoirul Fatih, M. Ag, selaku Kepala Pusat Pengadian LPPM mengatakan bahwa KKN IAI Tarbiyatut Tholabah tahun 2019 sejumlah 94 Mahasiswa yang terbagi di 9 Desa Kecamatan Brondong Lamongan. “ kata Dosen IAI Tarbiyatut Tholabah itu.

KKN di IAI Tarbiyatut Tholabah merupakan program kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa program strata 1 (S1), dari KKN ini diharapkan mahasiswa memperoleh: (1) Pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner; (2) Dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu, teknologi, dan seni dalam upaya menumbuhkan , mempercepat serta mempersiapkan kader-kader pembangunan; dan (3) memperoleh dan mentranformasikan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada warga masyarakat dalam memecahkan masalah pembangunan secara pragmatis melalui pendekatan interdisipliner, komprehensif, dan lintas sektoral. Tegas Moh. Khoirul Fatih.