Para Juara beserta dewan juri pada Olimpiade Matematika Tingkat SD/MI
(dok. panitia gempita, 2019)
Proses final Olimpiade Matematika Tingkat SD/MI
(dok. panitia gempita, 2019)
Optimistis dan obsesi penuh semangat berujung senyum manis dari pihak penyelenggara (dok. panitia gempita, 2019)

Rabu (27/3/2019) di halaman parkir kampus IAI TABAH Lamongan sekitar jam 07.30 Wib lain dari seperti biasanya, yakni banyak siswa-siswi SD/MI yang sangat antusias mengikuti upacara pembukaan dan segera berkompetisi dalam Olimpiade Matematika SD/MI Se-Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan serangkaian acara Dies Natalis 2 Tahun IAI TABAH. Himaprodi PGMI mempelopori dari pelbagai rangkaian acara Dies Natalis tersebut dengan kegiatan Olimpiade Matematika ini, obsesi, optimistis dan komitmen sudah  terpatri dari panitia penyelenggara (Himaprodi PGMI) dengan bertajuk GEMPITA (Gebyar Mahasiswa PGMI IAI TABAH). Olimpiade Matematika ini merupakan bagian membangun generasi berkarakter, berkualitas, dan kompetitif. Terlebih lagi tema yang diusung adalah “Mengintegrasikan Intelektualitas dan Kreativitas Menuju Generasi Milenial Yang Unggul dan Berdaya Saing,” tema ini dipilih agar pendidik termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam bidang matematika khususnya, sekaligus juga memberikan wahana bagi peserta didik itu sendiri, tegas Silvia Nurus Sholihah selaku ketua panitia GEMPITA. Bapak Nur Hakim, M.Ag. dalam sambutannya pada pembukaan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI Se-Jawa Timur ini menyatakan “selama ini matematika khususnya tergolong pelajaran “horor” bagi peserta didik. Maka untuk menghilangkan momok itu dicarikan solusi yang dapat mengubah mindset peserta didik, yang mulanya mengganggap matematika dari pelajaran menyeramkan menjadi pelajaran yang mengasyikkan dan menyenangkan. Nah melalui event olimpiade matematika seperti inilah dapat menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit unggul yang berprestrasi dalam bidang matematika untuk memenuhi passing grade nantinya, dan menjadi bekal untuk bisa berlaga di kancah olimpide matematika nasional maupun internasional.” (shc/2019)